Fakta yang opini menjadi sebuah kepercayaan 😒 yha itulah masyarakat sekarang.
Mereka tak melihat sebab dan akibat, tak peduli awal mula. Yang dipedulikan hanya apa yang terlihat di depan mereka.
.
Yha!
Mereka tak pantas menilai dari yang terlihat.
Kalian tahu fakta seseorang yang tak lagi peduli pada apa yang sebelumnya ia perjuangkan? Dia tak peduli karena tak ada yang dapat menghargai
.
Semua menjatuhkan dan tak peduli kebenaran.
Apa mereka tahu bahwa dibalik dia berjuang mati²an ada hal yang membuatnya ingin berhenti berjuang?
Seberapa keras ia berjuang tapi jika tak ada yang menghargai? Apa yang harus dilakukan?
.
Orang² menilai sebelum tahu kebenaran.
Tapi jangan pernah jatuh karena penilaian mereka? Kenapa ?
Karena kamu masih punya Allah.
.
Allah tahu segalanya
Allah tahu kebenarannya
Allah tahu yang mana salah dan benar?
.
Kenapa masih peduli? Keburukan memang tak seharusnya dibalas dengan keburukan.
Tapi apakah kamu tahu, jika suatu keburukan yang telah diperjuangkan dengan kebaikan akan tetap menjadi buruk, maka harus bagaimana?
Bukankah hanya doa yang bisa dipanjatkan?
.
Sudahlah.. jangan bersedih.
Kamu masih punya Allah.
Ingatlah semua mimpi-mimpi mu.
Mengejar mimpimu jauh lebih penting daripada memikirkan mereka yang hanya menilai sekedar opini
Daripada memikirkan mereka yang tak dapat menghargai dan menghormati.
.
Yang cerdas bisa gagal
Yang tinggi bisa jatuh
Yang bahagia bisa kecewa
Dan yang pernah berjuang mati²an pun bisa jatuh dan menyerah kala tak ada yang menghargainya.
.
Hidup bukan hanya tentang peduli hatimu
Tapi hidup juga tentang kesuksesan.
Kejar yang bisa dan maksimalkan yang tak bisa.
.
Ayoolahhh.. jangan menangis.
Hukum alam, kebenaran selalu menang.
Allah dekat denganku, kenapa aku harus merasa sedih❣️😍
.
Hanya sedikit ungkapan hati penulis abal² ini. 😍🙂
Kamis, 04 Oktober 2018
Jangan sedih, kita masih punya Allah
SNMPTN, SBMPTN, nilai dan penguasaan materi bikin down
Belajar siang malam dilakuin.
Tapi masih aja takut sama yang namanya SNMPTN, SBMPTN dan kegagalan menguasai materi.
Semua itu normal. Tapi jangan sampai bikin kita yang seharusnya punya banyak alasan untuk bangkit malah down dan meratapi kegagalan.
.
Emang saya pernah ngerasain??
Sering kok😊 mati²an belajar akhirnya kalah sama yang nyontek 😫.
Lihat nilai nggak sesuai dengan harapan langsung down. Tapi kalian tahu nggak? Saat saya down disitulah saya menemukan alasan untuk belajar dan terus belajar.
Belajar besok aja lah! Lagi males! Saya pun juga sering seperti itu 😂
Cuma inget aja. Kalo kita nggak belajar sekarang, mau kapan lagi? Nunggu temen² sukses? Nunggu lulus? Nunggu nyesel? Dan akhirnya cuma bisa nangis² kan?
.
Emang sihhhh😪 buat ngebangkitin semangat belajar itu susah.
Nggak semua orang bisa. Nggak semua orang bisa ngelawan rasa malas itu 🤐 termasuk saya yang belum nemuin cara terbaik mengusir kemalasan.
.
Btw, saya kelas 12😜 jadi wajar kalo ini lagi curhat 😂 udah kebiasaan curhat lewat tulisan. Meski kurang tahu ada yang baca blog saya ini apa nggak😂 . Yang penting hati lega..😘
.
Kalo lagi males coba deh. Inget² cita² kita, tujuan dan orang² yang udah dukung kita.
Apa kita tega ngecewain mereka? Kalo kita gagal yakin nggak nyesel?
.
"Memaksakan diri untuk belajar itu memang berat. Tapi kegagalan karena nggak mau belajar itu jauh lebih berat dan pasti bikin nyesel"
.
Jangan pikir kita pasti bakalan sukses. Pikir aja kita adalah orang yang sangat dekat dengan kegagalan. Kenapa? Karena dengan begitu kita akan berusaha untuk menjauhi kegagalan itu..
.
Tetep semangat dan jangan pantang menyerah. Kita sama-sama berjuang buat jadi camaba 2019❣️😘
.
Salam hangat dari penulis abal² ini 😍
Kamis, 29 Juni 2017
Rasa yang tak tersampaikan
Kupandang dari jarak nan jauh
Tak berharap kau tau tentang rasa ini
Hanya rasa yang tak pernah tersampaikan
Kusimpan rapat dalam hati
Rasa ingin bertemu
Namun memilih menjauh
Tak bisa memandang meski terpampang
Tak bisa dekat meski didekat
Lebih baik diam dan menjauh
Karena rasa itu tak seharusnya ada
Belum saatnya
Takkan biarkan mengalir
Karena harus mengolah
Agar tak menjadi fitnah
Meski kadang niat belum lurus
Ada rasa ingin bertemu
Melihat sejenak
Harus cepat kutepis
Cukup Allah yang tahu
Cukup doa yang terlantun
Cinta tak mungkin membuat dosa
Tak berharap kau tau tentang rasa ini
Hanya rasa yang tak pernah tersampaikan
Kusimpan rapat dalam hati
Rasa ingin bertemu
Namun memilih menjauh
Tak bisa memandang meski terpampang
Tak bisa dekat meski didekat
Lebih baik diam dan menjauh
Karena rasa itu tak seharusnya ada
Belum saatnya
Takkan biarkan mengalir
Karena harus mengolah
Agar tak menjadi fitnah
Meski kadang niat belum lurus
Ada rasa ingin bertemu
Melihat sejenak
Harus cepat kutepis
Cukup Allah yang tahu
Cukup doa yang terlantun
Cinta tak mungkin membuat dosa
Langkah Kakiku
Assalamu'alaikum warrahmatullaahi wabbarakatuh
Wanita tersebut setengah cadar. Yang kadang kala menggunakan cadar di lingkungan yang mendukungnya dan membukanya di lingkungan yang tidak mendukung.
Namun, banyak orang yang memandang wanita bercadar itu sebelah mata. Entah dipandang sinis, dikira teroris, atau mengikuti aliran tertentu
Masya Allah.
Bercadar adalah Sunnah,jika orang tua dan keluarga sudah mengijinkan untuk bercadar, maka lakukanlah. Jika belum maka pakailah ditempat yang mendukung saja.
Banyak wanita beruntung di luar sana yang dapat bercadar tanpa halangan apapun. Orang tua mereka mendukung dan lingkungan mendukung. Dan jalannya lurus tanpa hambatan.
Sebaliknya, banyak dari para wanita yang tidak mendapatkan ijin orang tua untuk bercadar. Bahkan sebagian dari mereka diam-diam memakai cadar saat berada jauh dari rumah.
Dan di era ini banyak yang mengganti cadar dengan masker, tetapi tetap dengan niat menjalankan Sunnah.
Sungguh beruntung bagi mereka yang dengan mudah dapat memakai cadar dan menjalankan Sunnah.
"Jika kamu hanya bisa menjalankan sebagian, maka janganlah kamu tinggalkan seluruhnya"
Jika kewajiban sudah dilaksanakan. Maka langkah selanjutnya adalah menjalankan Sunnah.
Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabbarakatuh
Wanita tersebut setengah cadar. Yang kadang kala menggunakan cadar di lingkungan yang mendukungnya dan membukanya di lingkungan yang tidak mendukung.
Namun, banyak orang yang memandang wanita bercadar itu sebelah mata. Entah dipandang sinis, dikira teroris, atau mengikuti aliran tertentu
Masya Allah.
Bercadar adalah Sunnah,jika orang tua dan keluarga sudah mengijinkan untuk bercadar, maka lakukanlah. Jika belum maka pakailah ditempat yang mendukung saja.
Banyak wanita beruntung di luar sana yang dapat bercadar tanpa halangan apapun. Orang tua mereka mendukung dan lingkungan mendukung. Dan jalannya lurus tanpa hambatan.
Sebaliknya, banyak dari para wanita yang tidak mendapatkan ijin orang tua untuk bercadar. Bahkan sebagian dari mereka diam-diam memakai cadar saat berada jauh dari rumah.
Dan di era ini banyak yang mengganti cadar dengan masker, tetapi tetap dengan niat menjalankan Sunnah.
Sungguh beruntung bagi mereka yang dengan mudah dapat memakai cadar dan menjalankan Sunnah.
"Jika kamu hanya bisa menjalankan sebagian, maka janganlah kamu tinggalkan seluruhnya"
Jika kewajiban sudah dilaksanakan. Maka langkah selanjutnya adalah menjalankan Sunnah.
Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabbarakatuh
Wanita setengah cadar
Assalamu'alaikum warrahmatullaahi wabbarakatuh
Wanita tersebut setengah cadar. Yang kadang kala menggunakan cadar di lingkungan yang mendukungnya dan membukanya di lingkungan yang tidak mendukung.
Namun, banyak orang yang memandang wanita bercadar itu sebelah mata. Entah dipandang sinis, dikira teroris, atau mengikuti aliran tertentu
Masya Allah.
Bercadar adalah Sunnah,jika orang tua dan keluarga sudah mengijinkan untuk bercadar, maka lakukanlah. Jika belum maka pakailah ditempat yang mendukung saja.
Banyak wanita beruntung di luar sana yang dapat bercadar tanpa halangan apapun. Orang tua mereka mendukung dan lingkungan mendukung. Dan jalannya lurus tanpa hambatan.
Sebaliknya, banyak dari para wanita yang tidak mendapatkan ijin orang tua untuk bercadar. Bahkan sebagian dari mereka diam-diam memakai cadar saat berada jauh dari rumah.
Dan di era ini banyak yang mengganti cadar dengan masker, tetapi tetap dengan niat menjalankan Sunnah.
Sungguh beruntung bagi mereka yang dengan mudah dapat memakai cadar dan menjalankan Sunnah.
"Jika kamu hanya bisa menjalankan sebagian, maka janganlah kamu tinggalkan seluruhnya"
Jika kewajiban sudah dilaksanakan. Maka langkah selanjutnya adalah menjalankan Sunnah.
Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabbarakatuh
Wanita tersebut setengah cadar. Yang kadang kala menggunakan cadar di lingkungan yang mendukungnya dan membukanya di lingkungan yang tidak mendukung.
Namun, banyak orang yang memandang wanita bercadar itu sebelah mata. Entah dipandang sinis, dikira teroris, atau mengikuti aliran tertentu
Masya Allah.
Bercadar adalah Sunnah,jika orang tua dan keluarga sudah mengijinkan untuk bercadar, maka lakukanlah. Jika belum maka pakailah ditempat yang mendukung saja.
Banyak wanita beruntung di luar sana yang dapat bercadar tanpa halangan apapun. Orang tua mereka mendukung dan lingkungan mendukung. Dan jalannya lurus tanpa hambatan.
Sebaliknya, banyak dari para wanita yang tidak mendapatkan ijin orang tua untuk bercadar. Bahkan sebagian dari mereka diam-diam memakai cadar saat berada jauh dari rumah.
Dan di era ini banyak yang mengganti cadar dengan masker, tetapi tetap dengan niat menjalankan Sunnah.
Sungguh beruntung bagi mereka yang dengan mudah dapat memakai cadar dan menjalankan Sunnah.
"Jika kamu hanya bisa menjalankan sebagian, maka janganlah kamu tinggalkan seluruhnya"
Jika kewajiban sudah dilaksanakan. Maka langkah selanjutnya adalah menjalankan Sunnah.
Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabbarakatuh
Sabtu, 17 Desember 2016
Penyesalan Diakhir
Hari itu luna masih tertidur pulas dikamarnya, bunda pun datang menghampirinya
"Luna sayang, ini sudah siang ayo bangun, nanti kamu bisa terlambat sekolah."ucap bunda untuk membangunkan Luna.
"Iya nanti dulu,aku masih ngantuk." jawab Luna dengan nada yang agak keras.
"Bunda itu kenapa sih?, bunda selalu gangguin aku,semua selalu ada aturan,ini itu semua ada aturan." tanya Luna kepada bunda dengan nada marah
"Maaf sayang... Bunda tidak bermaksud menyakiti hati kamu tapi bunda ingin yang terbaik untuk kamu sayang." jawab bunda dengan sangat lembut
"Mulai sekarang bunda enggak usah lagi ngatur-ngatur aku,aku capek bun! Dari kecil sampai sekarang selalu dengan aturan bunda."ucap Luna dengan tegas.
"Baiklah, bunda enggak akan ngatur-ngatur kamu lagi."jawab bunda lirih
Luna pun berangkat sekolah dengan rasa marah dan kesal kepada bundanya,dan sesampainya ia di sekolah,ia langsung menceritakan semuanya pada nana dan lina,sahabat karibnya sejak kecil. Mereka bertiga bertemu di kantin sekolah untuk bercerita, maklum karena mereka berbeda kelas jadi harus nyari tempat nongkrong.
"Aku sebel banget sama bunda ku,sedikit- sedikit ini,sedikit-sedikit itu. Pokoknya ngatur bangetlah,tadi pagi aku juga sempet berantem sama bunda" cerita Luna dengan kesal
"Tapi Lun,apapun yang bunda kamu lakukan kan demi kebaikan kamu."nasehat dari Nana.
"Tapi aku enggak suka Na,Lin!"
"Iya, kita ngerti." jawab Lina
"Tett...tettt..." suara bel berbunyi.
Cerita mereka belum usai tapi bel sedah berbunyi begitu saja.Mereka pun kembali ke kelas masing-masing
Jam sudah menunjuk pukul 2 sore,tak lama kemudian bel pulang berbunyi. Hari ini Luna pulang sendiri karena Nana dan Lina ada jam tambahan.
"Assalamu'alaikum." ucap Luna sesampai dirumah.
"Kok enggak ada yang jawab,apa enggak ada yang dirumah." ucap Luna dengan lirih.
Dia baru ingat,hari ini papanya bertugas keluar kota,dan bundanya? Ia bertanya-tanya dalam hati.
"Aku capek." keluhnya sambil merebahkan tubuhnya dikasur.
Tanpa ia sadari hari sudah kembali pagi tapi tak ada bunda yang membangunkan,kini ia merasa sangat bersalah dan merindukan sosok bundanya yang selalu mengaturnya.
Sesampai di sekolah seperti biasa ia selalu bercerita apa yang dia alami kepada teman-teman karibnya.
"Dari kemarin pulang sekolah sampai tadi aku berangkat,aku tak melihat sosok bundaku dirumah." ucapnya sedih.
"Mungkin bundamu lagi keluar kota dadakan Lun." kata Lina
"Mungkin saja." jawabnya
Belum selesai mereka berbincang-bincang Pak Tono menghampiri mereka, dan mencari Luna.
"Ada apa pak kok nyari saya buru-buru lagi." tanya Luna
"Kamu harus segera pulang sekarang, mari saya antar."ucap pak Tono
Tanpa berkata apapun Luna mengambil tas dan mengikuti Pak Tono.
" ada apa ini, kenapa hatiku tidak tenang dan penuh ketakutan."tanyanya dalam hati
Semakin dekat dengan jarak rumahnya Luna semakin takut dan berfikir yang tidak tidak,tanpa terasa air matanya pun jatuh dan semakin deras.
"Kenapa rumahku sangat ramai." ucap Luna
"Luna bunda kamu telah tiada,bundamu kemaren kecelakaan." ucap Pak Tono
"Bunda!!Bunda!!." jerit Luna dengan berlari memeluk ibuknya yang sudah dibalun kain kafan.
"Bunda maaffin Luna,Luna akan nurut sama bunda,Luna enggak akan marah lagi sama Bunda tapi bunda harus bangun." ucapnya dalam tangis.
"Sudah sayang, jangan menangis terus biarkan bunda tenang disana." ucap papa Luna.
"Tapi pa ini salah Luna,Luna udah kasar sama bunda. Dan sekarang udah enggak ada lagi yang bangunnin Luna,nyiapin sarapan Luna,marahin Luna." ucapnya dalam pelukan papanya
"Ini bukan salahmu sayang,ini semua sudah takdir Allah." ucap papa Luna
Tangis Luna semakin menjadi-jadi, dan kini hanya tinggal penyesalan yang ia dapat.
Terharu enggak sahabat?? Maaf yha kalo ceritanya ngawur atau enggak nyambung...
Semoga kita semua bisa mengambil apa yang terkandung dalam cerita itu..
"Luna sayang, ini sudah siang ayo bangun, nanti kamu bisa terlambat sekolah."ucap bunda untuk membangunkan Luna.
"Iya nanti dulu,aku masih ngantuk." jawab Luna dengan nada yang agak keras.
"Bunda itu kenapa sih?, bunda selalu gangguin aku,semua selalu ada aturan,ini itu semua ada aturan." tanya Luna kepada bunda dengan nada marah
"Maaf sayang... Bunda tidak bermaksud menyakiti hati kamu tapi bunda ingin yang terbaik untuk kamu sayang." jawab bunda dengan sangat lembut
"Mulai sekarang bunda enggak usah lagi ngatur-ngatur aku,aku capek bun! Dari kecil sampai sekarang selalu dengan aturan bunda."ucap Luna dengan tegas.
"Baiklah, bunda enggak akan ngatur-ngatur kamu lagi."jawab bunda lirih
Luna pun berangkat sekolah dengan rasa marah dan kesal kepada bundanya,dan sesampainya ia di sekolah,ia langsung menceritakan semuanya pada nana dan lina,sahabat karibnya sejak kecil. Mereka bertiga bertemu di kantin sekolah untuk bercerita, maklum karena mereka berbeda kelas jadi harus nyari tempat nongkrong.
"Aku sebel banget sama bunda ku,sedikit- sedikit ini,sedikit-sedikit itu. Pokoknya ngatur bangetlah,tadi pagi aku juga sempet berantem sama bunda" cerita Luna dengan kesal
"Tapi Lun,apapun yang bunda kamu lakukan kan demi kebaikan kamu."nasehat dari Nana.
"Tapi aku enggak suka Na,Lin!"
"Iya, kita ngerti." jawab Lina
"Tett...tettt..." suara bel berbunyi.
Cerita mereka belum usai tapi bel sedah berbunyi begitu saja.Mereka pun kembali ke kelas masing-masing
Jam sudah menunjuk pukul 2 sore,tak lama kemudian bel pulang berbunyi. Hari ini Luna pulang sendiri karena Nana dan Lina ada jam tambahan.
"Assalamu'alaikum." ucap Luna sesampai dirumah.
"Kok enggak ada yang jawab,apa enggak ada yang dirumah." ucap Luna dengan lirih.
Dia baru ingat,hari ini papanya bertugas keluar kota,dan bundanya? Ia bertanya-tanya dalam hati.
"Aku capek." keluhnya sambil merebahkan tubuhnya dikasur.
Tanpa ia sadari hari sudah kembali pagi tapi tak ada bunda yang membangunkan,kini ia merasa sangat bersalah dan merindukan sosok bundanya yang selalu mengaturnya.
Sesampai di sekolah seperti biasa ia selalu bercerita apa yang dia alami kepada teman-teman karibnya.
"Dari kemarin pulang sekolah sampai tadi aku berangkat,aku tak melihat sosok bundaku dirumah." ucapnya sedih.
"Mungkin bundamu lagi keluar kota dadakan Lun." kata Lina
"Mungkin saja." jawabnya
Belum selesai mereka berbincang-bincang Pak Tono menghampiri mereka, dan mencari Luna.
"Ada apa pak kok nyari saya buru-buru lagi." tanya Luna
"Kamu harus segera pulang sekarang, mari saya antar."ucap pak Tono
Tanpa berkata apapun Luna mengambil tas dan mengikuti Pak Tono.
" ada apa ini, kenapa hatiku tidak tenang dan penuh ketakutan."tanyanya dalam hati
Semakin dekat dengan jarak rumahnya Luna semakin takut dan berfikir yang tidak tidak,tanpa terasa air matanya pun jatuh dan semakin deras.
"Kenapa rumahku sangat ramai." ucap Luna
"Luna bunda kamu telah tiada,bundamu kemaren kecelakaan." ucap Pak Tono
"Bunda!!Bunda!!." jerit Luna dengan berlari memeluk ibuknya yang sudah dibalun kain kafan.
"Bunda maaffin Luna,Luna akan nurut sama bunda,Luna enggak akan marah lagi sama Bunda tapi bunda harus bangun." ucapnya dalam tangis.
"Sudah sayang, jangan menangis terus biarkan bunda tenang disana." ucap papa Luna.
"Tapi pa ini salah Luna,Luna udah kasar sama bunda. Dan sekarang udah enggak ada lagi yang bangunnin Luna,nyiapin sarapan Luna,marahin Luna." ucapnya dalam pelukan papanya
"Ini bukan salahmu sayang,ini semua sudah takdir Allah." ucap papa Luna
Tangis Luna semakin menjadi-jadi, dan kini hanya tinggal penyesalan yang ia dapat.
Terharu enggak sahabat?? Maaf yha kalo ceritanya ngawur atau enggak nyambung...
Semoga kita semua bisa mengambil apa yang terkandung dalam cerita itu..
Selasa, 01 Maret 2016
Hukum Bersentuhan Antara Laki-Laki dan Perempuan yang Bukan Mahram
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi wabbarakatuh
Hukum Bersentuhan antara Laki-Laki dan Perempuan yang bukan Mahram – Islam merupakan Agama yang diridhoi oleh Allah SWT, bersyukurlah bagi kita semua yang telah ditetapkan dalam agama yang haq ini. Dalam menetapi Agama Islam kita dibatasi dengan peraturan yang dibuat langsung oleh Allah SWT dan diperkuat Sabda Rosulullah SAW. Maka bagi setiap muslim Wajib untuk mematuhi semua peraturan yang telah ditetapkan dalam Hukum Islam.
Dikatakan Wajib berarti terdapat sebuah keharusan didalamnya, ketika dipatuhi maka mendapatkan pahala namun sebaliknya jika dilanggar maka akan mendapatkan Dosa bahkan diancam Neraka. Termasuk dalam pergaulan kehidupan sehari-hari terdapat sebuah peraturan yang harus kita patuhi, yaitu mengenai Bersentuhan antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya.
Berdasarkan Dalil berikut :
Dari Ma’qil bin Yasar dari Nabi saw., beliau bersabda: Sesungguhnya ditusuknya kepala salah seorang diantara kamu dengan jarum besi itu lebih baik daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya.”(HR. Thabrani dan Baihaqi)
Maka dari itu selagi kita dapat menghindari, maka hindarilah. Karena memang banyak kerap terjadi bersentuhan antara laki – laki dan perempuan, misalkan ketika sedang berada dikeramaian dan berhimpit-himpitan seperti Pasar, Kendaraan Umum dan sebagainya, mungkin akan sulit untuk menghindari dari sentuhan, maka hal itu tetap berdosa namun kita tetap harus mencari pulihan agar dosa tersebut dihapuskan, seperti banyak berdzikir kepada Allah SWT , memperbanyak memohon ampun kepada Allah SWT.
Bagaimana Jika Berjabatan Tangan?
Berjabatan tangan memang baik karena bisa merontokan dosa, tapi ketika itu dilakukan dalam kebenaran. Dalam Hukum Islam berjabat tangan antara Laki – Laki dan Wanita yang bukan Mahrom nya sama saja dengan bersentuhan, maka hukumnya dilarang (tidak boleh). Nabipun pernah berkata bahwa beliau tidak bersalaman dengan wanita.
Karena dahulu ada seorang wanita yang mengulurkan tanganya kepada Nabi untuk bersalaman, maka beliau berkata: Sesungguhnya aku tidak bersalaman dengan wanita Sesungguhnya aku tidak bersalaman dengan wanita dan Aisyah berkata: “Demi Alloh, tangan Rosululloh tidak pernah menyentuh seorang wanita sama sekali. Tidaklah beliau membai’at kaum wanita melainkan dengan perkataan”.
Untuk itu wanita tidak boleh bersalaman dengan laki-laki yang bukan mahromnya. Dan begitu pula laki-laki tidak boleh bersalaman dengan wanita yang bukan mahromnya berdasarkan dua hadits di atas. Bersentuhan justru dapat memancing sahwat, memang pada dasarnya manusia itu tidak berniat kearah sana, tapi karena upadayanya Setan yang terus menyerang manusia, bisa jadi niat tersebut mudah berubah.
Berjabat tangan saja dilarang, apalagi bergandengan tangan..
“Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi itu masih lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal (bukan mahram) baginya.” (HR. Thabrani dalam Mu’jam Kabir 20/174/386)
Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabbarakatuh
Hukum Bersentuhan antara Laki-Laki dan Perempuan yang bukan Mahram – Islam merupakan Agama yang diridhoi oleh Allah SWT, bersyukurlah bagi kita semua yang telah ditetapkan dalam agama yang haq ini. Dalam menetapi Agama Islam kita dibatasi dengan peraturan yang dibuat langsung oleh Allah SWT dan diperkuat Sabda Rosulullah SAW. Maka bagi setiap muslim Wajib untuk mematuhi semua peraturan yang telah ditetapkan dalam Hukum Islam.
Dikatakan Wajib berarti terdapat sebuah keharusan didalamnya, ketika dipatuhi maka mendapatkan pahala namun sebaliknya jika dilanggar maka akan mendapatkan Dosa bahkan diancam Neraka. Termasuk dalam pergaulan kehidupan sehari-hari terdapat sebuah peraturan yang harus kita patuhi, yaitu mengenai Bersentuhan antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya.
Berdasarkan Dalil berikut :
Dari Ma’qil bin Yasar dari Nabi saw., beliau bersabda: Sesungguhnya ditusuknya kepala salah seorang diantara kamu dengan jarum besi itu lebih baik daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya.”(HR. Thabrani dan Baihaqi)
Maka dari itu selagi kita dapat menghindari, maka hindarilah. Karena memang banyak kerap terjadi bersentuhan antara laki – laki dan perempuan, misalkan ketika sedang berada dikeramaian dan berhimpit-himpitan seperti Pasar, Kendaraan Umum dan sebagainya, mungkin akan sulit untuk menghindari dari sentuhan, maka hal itu tetap berdosa namun kita tetap harus mencari pulihan agar dosa tersebut dihapuskan, seperti banyak berdzikir kepada Allah SWT , memperbanyak memohon ampun kepada Allah SWT.
Bagaimana Jika Berjabatan Tangan?
Berjabatan tangan memang baik karena bisa merontokan dosa, tapi ketika itu dilakukan dalam kebenaran. Dalam Hukum Islam berjabat tangan antara Laki – Laki dan Wanita yang bukan Mahrom nya sama saja dengan bersentuhan, maka hukumnya dilarang (tidak boleh). Nabipun pernah berkata bahwa beliau tidak bersalaman dengan wanita.
Karena dahulu ada seorang wanita yang mengulurkan tanganya kepada Nabi untuk bersalaman, maka beliau berkata: Sesungguhnya aku tidak bersalaman dengan wanita Sesungguhnya aku tidak bersalaman dengan wanita dan Aisyah berkata: “Demi Alloh, tangan Rosululloh tidak pernah menyentuh seorang wanita sama sekali. Tidaklah beliau membai’at kaum wanita melainkan dengan perkataan”.
Untuk itu wanita tidak boleh bersalaman dengan laki-laki yang bukan mahromnya. Dan begitu pula laki-laki tidak boleh bersalaman dengan wanita yang bukan mahromnya berdasarkan dua hadits di atas. Bersentuhan justru dapat memancing sahwat, memang pada dasarnya manusia itu tidak berniat kearah sana, tapi karena upadayanya Setan yang terus menyerang manusia, bisa jadi niat tersebut mudah berubah.
Berjabat tangan saja dilarang, apalagi bergandengan tangan..
“Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi itu masih lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal (bukan mahram) baginya.” (HR. Thabrani dalam Mu’jam Kabir 20/174/386)
Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabbarakatuh
Langganan:
Postingan (Atom)